Selasa, 05 November 2024

#30haribercerita - Day 2

Alhamdulillah.

Allah beri ketenangan setelah malam panjang itu. Energi yang mulai kembali. Perasaan yang seperti terang lilin hangat yang tidak bisa padam. Teduh. 

Menangis sesekali, mengeluarkan sedikit hawa negatif untuk kuat lebih banyak.

Bismillah, 32 hari lagi menjelang pernikahan. Semoga senantiasa Allah jaga perjalanan kami ini. Yang masih tertatih memperbaiki diri, terus belajar, berserah dan terus berharap. 

Kita usahakan perjuangan itu, niat baik semoga allah ridhoi. 

Panjang umur istiqomah, InsyaAllah.

Senin, 04 November 2024

#30haribercerita - Day 1

 33 hari menuju pernikahan

Malam ini otakku penuh kembali, menggangggu jam tidurku yang harusnya tepat pukul 21.00 WIB.

Setelah apa yang terjadi di hari mingguku yang indah itu, aku mulai memetakan hal apa saja yang perlu dipersiapkan.

Sebetulnya, pikiranku kalut tak menentu. Jadi wanita tenang itu susah ya. Aku memberikan ketenangan untuk pasanganku, padahal hatiku sendiri berputar tak karuan.

Rasa takut, rasa senang, khawatir dan penasaran. Aku masih menangis hari ini. Semakin sering. 

Pikiranku yang tenang saat bekerja itu mulai gaduh di jam-jam malam. Ingin rasanya kubentak dalam diam suara berisik itu.

Terharu.

Ibuku sibuk dengan persiapan pernikahan kami. Ibu dan ayah calon suamiku sibuk dengan souvenir yang akan kami berikan kepada para undangang yang nanti semoga turut bahagia dan mendoakan keberkahan pernikahan kami. 

Lucu, bagus sekali. Aku sudah melihat hasta karya milik ayah calon suamiku (mertua). Semoga beliau senang dengan rutinitasnya sebelum hari H datang. 

Bertekad menerobos meski hujan deras, saling menguatkan satu sama lain mesti sesekali ada guncangan. Sungguh indah jika tidak saling melepaskan. Semoga nahkodaku semakin bijak dalam mengambil keputusan di hidupnya, aku akan ikut kemana pun nahkodaku pergi membawaku berlayar bersamanya. Akan kami terjang badai itu.

Sedikit lagi. Insya Allah.

Akan ku usahakan kembali malam malam panjang penuh pengharapan itu, agar membawa hal hal baik untuk pernikahan kami. 

Ya Allah, engkau punya takdir namun kami hanya punya doa. Engkau maha mengetahui apa yang kami perjuangkan. Mudahkan jalan itu ya rabb. Akan kami usahakan ridhomu menyertai keluarga kecil kami. 

Minggu, 30 Januari 2022

Psy-Story (Day 10)

Bertemu weekend.
Seperti biasa Sisil menghabiskan waktu bersantai dengan drama korea favorit dan juga jam tidur siang yang cukup lama.
Tidak ada perasaan bersedih. 
Cukup happy hari ini. 
Sayangnya tidak jadi berolahraga.
Rutinitas yang seharusnya menyegarkan pikiran tapi terhambat rasa malas.

Should Sisil join the fitness club?

Sabtu, 29 Januari 2022

Psy-Story (Day 9)

Linglung.

Sisil masih merasakan hantaman yang tidak bisa ditangkal sepenuhnya.

Mencoba ikhlas, berpikir jalan terbaik.

Tapi rasanya tetap sedih, masih seakan akan terus menangis.

Mati rasa dan kehilangan arah, tak punya tenaga.

Anehnya, belum beberapa jam Sisil berganti menjadi gadis yang riang lagi.

Sedikit berjoget dan menyanyi sepanjang koridor rumah. 

Sisil menyadarinya. Aneh. Is it normal? 

Tapi lebih baik flip dibanding terus menerus bersedih.

Jumat, 28 Januari 2022

Psy-Story Day 8

Sisil sempat terhenti menulis.

Malas menggerakkan tangan dan pikiran. Mati rasa.

Rasa terpuruk dan tangisan datang tanpa aba-aba.

Quarter Life Crisis hit her so hard.

Memasuki usia yang hampir seperempat abad, ia terus-terusan kehilangan ambisi.

Tak ada motivasi, hilang.

Merasa sangat kesepian padahal tidak sendiri.

Semakin sulit untuk merespon kebahagiaan orang lain.

Ketakutan-ketakutan akan masa depan terus terngiang.

Berusaha untuk terus terlihat baik-baik saja, tetapi isi pikiran terus berjalan.

Rasa pusing dan berat di kepala terasa sepanjang hari. 

Rasa cemas dan ketakutan bercampur datang secara bersamaan.

Is she depressed?

Psy-Story (day 7)

 Kamis, 27 Januari 2022

Sisil hancur, ia sangat teramat terguncang.

Kegagalan itu datang lagi. 

Seperti dipukul berkali-kali hingga mati rasa.

Ya, kehilangan arah.

Sisil tak tahu kemana harus berlari.

Bertemu kembali dengan persimpangan. Apakah maju atau mundur. Apakah ke kanan atau ke kiri.

. . . 

"Should I stay? or should I go?" , she said.

Psy-Story (Day 5&6)

Selasa, 25 Januari 2022

Just a flat feeling

But, happy enough 

Bersemangat untuk terus maju

* * * * *

Rabu, 26 Januari 2022

Sedikit sedih dan tertekan

But, let it flow

Rasa sedih terkadang harus dibiarkan mengalir begitu saja 

Senin, 24 Januari 2022

Psy-Story (Day 3&4)

Nothing happened.

Sisil's emotion was sooo stable.

Menikmati hari, beban esok hari tidak perlu dibawa ke masa sekarang.

Just let it flow.

Sabtu, 22 Januari 2022

Psy-Story (Day 2)

 Mixed Feeling.

Hari ini perasaan Sisil bercampur aduk.

Pagi happy, malam overthinking lagi.

Naik motor, suasana hati terlalu happy, melamun lagi membayangkan hal-hal menyenangkan; pakai jas bagus, naik mobil bagus, jadi wanita karir yang sukses, traveling kesana kesini.

Sisil terbiasa tidak fokus saat melakukan aktivitas seolah pikirannya terus berjalan, menimbulkan perasaan yang sangat bahagia hingga lupa bahwa sedang melakukan sesuatu.

Ya, perasaan yang agak menggebu. Untungnya sisil lekas tersadar dan melanjutkan mengendarai motor menyusuri jalanan sambil bernyanyi pelan.

******Happy*******

Mendapatkan banyak makanan siang ini. Ada durian yang super duper lembut, kelengkeng yang manis legit, dan beberapa gorengan yang menggiurkan. Bahagia sekali rasanya.

******Sad*******

Tiba-tiba saat Sisil sedang beraktivitas di luar rumah pada malam hari, ia sedikit teringat tentang lowongan pekerjaan yang telah ia lalui sejauh ini. Muncul sedikit rasa takut, perasaan gelisah dan dada yang mulai sedikit sesak. Sisil berupaya mengalihkan pikirannya ke hal lain. Mencoba berpikir sesuatu yang baik tentang pekerjaan yang akan datang. Untung berhasil.

Selalu saja kesenangan dan kesedihan bertukar dengan cepat. Seolah tidak ada ruang untuk menikmati emosi yang timbul.

Apakah ini normal?

Apakah pikiran semua orang juga terus berjalan dan berkelana?

WE NEVER KNOW.

Kamis, 20 Januari 2022

Psy-Story (Day 1)

Sisil tiba-tiba menangis. Tak sengaja terlintas dalam benaknya tentang keinginan ibunya. Ibunya seringkali merayu Sisil untuk mencoba kesempatan mendapatkan pekerjaan yang menurut ibunya menjamin masa depan anaknya. Tapi, tunggu dulu. Sisil merasa mempertanyakan sebuah hal yang ia rasa sedikit janggal, “Pekerjaan itu benar mimpiku atau mimpi ibuku?.”

Jauh sebelum ini terjadi, sebetulnya Ibu Sisil memang beberapa kali menyampaikan tentang mimpinya yang tidak pernah tergapai. Wajar saja, Ibu Sisil menikah di usia sangat muda. Ya, 21 tahun. Dimana umumnya pada usia tersebut gadis belia menikmati masa dewasa awalnya dengan kekasih dan teman-teman, mengejar mimpi dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Ibu Sisil terpaksa tidak melanjutkan pendidikan perguruan tinggi karena keadaan ekonomi kakek nenek yang tidak baik. Tak lama setelah bekerja, keduanya mendesak Ibu Sisil untuk segera menikah.

Akhirnya luka itu diturunkan kepada anaknya, Sisil. Ambisi-ambisi yang tertahan akhirnya keluar ketika Sisil masuk usia dimana ibunya dulu tak dapat menggapai mimpi. Sisil bimbang dan tertekan. Haruskah ia mengikuti keinginan ibunya? Atau lebih baik mengejar mimpi Sisil sendiri tapi dicap sebagai anak yang tidak berbakti?

Sisil ingin sekali ibunya mengerti tentang apa yang diinginkan dirinya. Tidak jarang Ibu Sisil membandingkan SIsil dengan kakak tiri Sisil, mulai dari besar IPK, hasil skripsi, proses sidang, dan lain-lain. Sering pula Ibu Sisil mengatakan bahwa anak temannya sudah begini begitu. Sisil selalu berharap tidak bisakah ibunya sekali saja bertanya pertanyaan-pertanyaan seperti,

“Nak, kamu sebetulnya ingin jadi apa?”

“Nak, apakah kamu jika bekerja dalam bidang ini akan bahagia?”

“Nak, apakah mimpimu itu menyenangkan?”

Hampir tidak mungkin. Dalam keluarga Sisil materi adalah yang utama. Gaji besar adalah sebuah tujuan. Sisil gadis dengan mimpi mimpinya hanyalah angan. Pekerjaan yang disukai Sisil mungkin akan dianggap biasa saja dan bergaji rendah. Sisil yang berpaham agama lebih baik dibanding keluarganya selalu beranggapan bahwa rezeki sudah tertakar. Besar kecilnya rezeki yang turun hari ini adalah dari yang sudah tertakar dari manusia lahir hingga meninggal.

Tak jarang Sisil berkeinginan untuk segera memisahkan diri dari keluarganya, ya, akibat pola pikir yang tidak sama. Pola pikir yang Sisil pikir kurang tepat. Sisil beranggapan dunia hanya tempat sementara, semua akan meninggal. Harta yang dicari hingga jungkir balik tidak akan ada harganya. Bekerja bisa dinilai ibadah jika bukan hanya materi tujuan utamanya.

Sisil sudah kapok untuk berbincang dengan ibunya yang keras kepala. Sisil sempat sakit hati karena dulunya dipandang terlalu fanatik dalam beragama oleh ibunya sendiri.

Hingga sekarang Sisil hanya bisa terus berjalan tanpa arah dan terus menerus merasa tertekan.

Jumat, 04 Desember 2020

Issues : Plastic and Energy

Problematika tentang sampah plastik, energi yang salah satunya  listrik, dan upaya pemeliharaan lingkungan semakin hari semakin santer terdengar. Pertama hal yang akan kita bahas adalah pencemaran sampah plastik. Seiring dengan bertumbuhnya jumlah penduduk bumi, sampah-sampah sisa hasil konsumsi pada kehidupan sehari-hari terus meningkat. Plastik menjadi suatu kebutuhan tersendiri karena sifatnya yang praktis dan industri plastik pun berkembang dengan pesat.  Kita tanpa sadar menggunakan plastik secara mudah dan membuangnya ke tempat sampah ketika sudah selesai menggunakan atau memanfaatkannya. Hal tersebut memang terlihat sepele namun ketika seluruh manusia di bumi melakukan hal yang sama maka dapat dibayangkan berapa banyak sampah yang terbuang begitu saja. Fenomena sampah plastik yang mencemari daratan bahkan lautan menarik para ilmuwan untuk mengkaji hal tersebut secara lebih luas lagi. 

Pada tahun 2017, tercipta sebuah film dokumenter yang berjudul “A Plastic Ocean”. Film ini menceritakan situasi nyata tentang betapa sampah plastik yang mengapung di lautan luas berdampak pada ekosistem laut beserta biota di dalamnya. Salah satu yang menjadi fokus salah satu ilmuwan kemaritiman adalah blue whale atau paus biru yang berukuran raksasa hingga panjangnya dapat mencapai 30 meter atau setara dengan panjang pesawat maupun 3 buah bis yang disejajarkan. Dalam beberapa tahun terakhir muncul kasus-kasus paus biru yang terdampar di daratan sekarat dan mati dengan kesakitan luar biasa akibat menelan plastik yang mengapung di habitatnya. Paus biru mampu menampung sekitar 75.000 liter air ketika mulutnya menganga. Oleh karena hal tersebut, bukan tidak mungkin ketika paus sedang mencari makanan, sampah akan masuk bersamaan dengan air laut yang juga masuk ke dalam mulut paus dan terus masuk ke dalam perutnya. 

Sampah yang terdiam di perutnya seperti bom waktu yang tinggal menunggu waktu untuk bekerja. Senyawa kimia yang berbahaya akan terus menggerogoti tubuh paus sampai sekarat dan mati. Dalam film “A Plastic Ocean” juga dijelaskan bagaimana sampah dari daratan dapat sampai ke lautan bebas. Penelitian di  Perancis dalam kedalaman 354 meter ditemukan sampah kain yang tertimbun di dasar laut. Setelah itu, dikirimkan alat deteksi menuju kedalaman 1600 meter. Alat tersebut merekam adanya tumpukan botol plastik bekas minuman yang berserakan di dasar laut. Dalam kasus lain di Texas, sampah dari darat yang terbuang atau terbawa ke dalam arus sungai akan bermuara ke laut dan akan terus terbawa gelombang ombak hingga ke samudera. Plastik-plastik yang terombang ambing di lautan awalnya berukuran besar, namun setelah terkena tekanan suhu, ombak, dan sinar matahari, plastik akan hancur menjadi serpihan kecil. Serpihan kecil inilah yang akan membahayakan biota laut yang mengira bahwa serpihan sampah plastik tersebut sebagai makanannya. 

Ketika berkunjung ke China, pada salah satu tepi pantainya tercecer banyak butiran silikon dari container yang terbawa badai beberapa waktu sebelumnya. Kemudian, beberapa ikan diambil sebagai sampel untuk melihat apakah mereka ikut menelan silikon tersebut. Hasilnya, dalam satu perut ikan yang dibedah terdapat 5-8 butir silikon. Segala upaya dilakukan oleh beberapa ilmuwan dengan menciptakan teknologi baru berupa alat penghancur sampah yang mampu menghancurkan sampah ukuran besar menjadi serbuk. Selain itu, pemerintah di berbagai negara berupaya menerapkan sistem pemilahan sampah menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan jenis materialnya seperti kaca, kertas, plastik, dan lain sebagainya. Namun, upaya tersebut belum diterapkan oleh banyak pihak dikarenakan oleh kurangnya kesadaran penduduk bumi. Ketika ada teknologi dan kebijakan, namun tanpa kesadaran semuanya akan berjalan percuma. 

Kita beralih pada pembahasan kedua tentang energi listrik. Listrik merupakan kebutuhan dasar penduduk bumi untuk mendukung aktivitasnya. Pada tahun 2050 diperkirakan penggunaan energi listrik sedang berada pada puncaknya dan tahun 2030 kebutuhan akan listrik juga diprediksi akan meningkat pesat. Padahal, penggunaan listrik kita dalam sehari-hari sebetulnya menghasilkan emisi karbondioksida yang dilepaskan ke udara menuju atmosfer. Energi listrik di Indonesia sendiri 60% didapatkan dari pembakaran batu bara, sebesar 50% dari PLTA, 12% energi baru, dan 1% tenaga surya. Pada saat ini, untuk efisiensi energi listrik, perusahan produsen listrik mulai menggunakan Solar PV yang didapatkan dari luar negeri terutama China selaku pemasok besar.  Untuk mencukupi kebutuhan penduduk Indonesia, PLN berencana untuk  membangun 16 GW untuk 10 tahun kedepan dengan menggunakan Solar PV 2.2 GWp (14%).  Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi emisi karbondioksida dengan target mencapai 23% di tahun 2025 dan 29% di tahun 2030. 

Teknologi semakin digali untuk menghasilkan renewable energy guna terciptanya efisiensi dalam penggunaan energi listrik. Sekarang energi listrik dari panel surya semakin menjadi fokus untuk dikembangkan. Pasalnya, di negara-negara lain tenaga surya sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat pada suatu negara pada siang hari. Pembangun Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia masih berada pada kapasitas 200 mega watt yang jauh dari kapasitas negara lain. Kemungkinan di Indonesia PLTS tidak dapat berjalan optimal karena beberapa faktor, salah satunya adalah biaya yang relatif mahal. Padahal PLTS dapat menjadi alternatif untuk persoalan energi listrik yang sebagian besar masih mengandalkan batu bara yang merupakan sumber daya tak terbarukan. Keuntungan lain yang didapat ketika menggunakan panel surya yaitu menurunkan tagihan dari PLN bahkan hingga mencapai 43%. 

Terkait isu yang telah dijabarkan di atas dalam sudut pandang pemeliharaan lingkungan, alternatif yang ditawarkan cukup aman dan dapat diusahakan. Alternatif berupa pengolahan sampah melalui alat penghancur dan kebijakan pemilahan akan membantu mengurangi sampah yang akan bermuara ke laut. Sehingga, sampah-sampah tersebut terkoodinir dengan baik dan dapat dimanfaatkan kembali untuk beberapa jenis material yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali. Untuk energi listrik, menciptakan energi baru cukup ramah untuk lingkungan dan sangat mendukung upaya pemeliharaan lingkungan. Hal tersebut dikarenakan akan mengurangi emisi yang terlepas ke udara sehingga tidak memperparah kondisi pemanasan global yang telah terjadi selama ini. Pemanfaatan tenaga surya akan mengurangi eksploitasi batu bara yang akan membantu mencegah kelangkaan Sumber Daya Alam (SDA). 


Penulis :

Zhafira Rory Ramadhani 

1021710078 

Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)

Source:

Film : A Plastic Ocean (2017)

Webinar “Solar PV Customer Adaption, Technology and Business” Pada 04 Desember 2020

Kamis, 06 Agustus 2020

Day 4 - Petuah

Ini hari keempat saya magang. Sempat ada peristiwa tadi pagi. Baru saja 30 menit menyalakan laptop, pak bos datang memberitahu bahwa akan ada pemadaman bergilir sekita pukul 9 pagi sampai 4 sore. Karena banyak pekerjaan, solusinya adalah berpindah tempat sementara. Setelah mendapat tempat dari relasi pak bos, satu kantor berangkat.
Setibanya di sana, ternyata interior dan perabotan rumah cukup unik. Jadilah asyik foto-foto dan beberapa menyapu. Selang beberapa menit pak bos kembali telfon bahwa pemadaman bergilir ditiadakan. Sedikit kecewa langsung menuju kantor wkwkw. 
Sesampainya di kantor semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Saya membantu salah satu karyawan yang bertugas input data piutang. Rekan saya mendapat tugas berat untuk jurnal perusahaan manufaktur.
Saya mendengarkan dari kejauhan sambil membantu pekerjaan lain.
Ooo ternyata rumit jugaa kalau belum terbiasa :(
Setelah itu masuk jam istirahat makan siang, saya merapat pada rekan dan pak bos sambil berbincang tentang penjurnalan. 
Sempat menangkap beberapa kalimat yang cukup memotivasi seperti, "kalau cuma pembukuan akuntan tidak punya wibawa, harus bisa memahami proses bisnis dan menganalisis transaksi bukan hanya debit kredit", "saya dulu belajar proses bisnis kelapa sawit selama tiga bulan", "banyak lulusan akuntansi cumlaude tapi lholak lholok".
Semakin termotivasi untuk terus belajar dan berproses. Semoga semua sehat selaluuu.
#30haribercerita

Rabu, 05 Agustus 2020

Day 3 - Lembur

Ini hari ketiga saya magang. Rasanya hari sangat panjang. Hari ini belajar beberapa pengetahuan baru lagi. Laporan keuangan milik salah satu developer sudah mulai dipertanyakan sehingga diambil alih oleh karyawan. Selagi menganggur, saya dan rekan berusaha belajar modul tentang software yang kami gunakan. Cukup banyak ternyata. Tiba-tiba menjelang sore , pak bos datang dan meminta salah satu karyawan mengerjakan akun-akun piutang,utang, dan hutang titipan. Akhirnya saya pun membantu. Awalnya takut karena tidak pd sampai sampai suit dengan rekan hihi. 
Namun setelah dicoba semua lancar-lancar saja, memang benar bahwa sesuatu hal baru tidak perlu ditakuti. Ini lembur paling sore setelah 2 hari sebelumnya. Pak bos sempat mengatakan bahwa ini sebagian proses merasakan dunia kerja, bahkan beberapa pekerjaan mengharuskan pekerja tidak tidur selama 2 hari. Setelah dirasa lelah, saya oper ke rekan. Tiba-tiba laptop mulai error, pertanda ingin diistirahatkan. Lantas kami berkemas dan pulang. 
Hari yang panjang namun cukup menyenangkan. 
#30haribercerita 

Selasa, 04 Agustus 2020

Day 2 - RK hampir selesai

Ini hari kedua saya magang. Sejak hari pertama sudah ada pekerjaan yang ditugaskan meski sifatnya sekedar membantu tugas karyawan. Hari ini semakin kompleks. Penugasan mulai rumit. Beberapa kali otak rasanya lama sekali menerima penjelasan. Salah satu tips yang bisa dilakukan yaitu dengan menulis apa yang diinstruksikan (atau minta tolong rekan menuliskan wkwk). 
Syukurnya, rekening koran yang diberikan sudah hampir selesai. Tetap saja saya dan rekan mengerjakan masih berdua. Lucu memang seperti tugas kelompok biasa hehe tapi apa daya memang keadaannya masih begini. Semakin kesini saya menyadari sebuah ungkapan, "Apa yang didapatkan dari bangku kuliah belum tentu sama dengan yang di lapangan". IPK tinggi namun karena banyaknya teori yang terserap tetapi minim praktek. Saya dan rekan merasa masih memiliki ilmu yang sangat terbatas.
Ilmu yang didapat hari ini seputar penerimaan penjualan, pemisahan penerimaan uang muka (UM) dan KPR yang jika UM sudah lunas maka Memo pencatatan akan diisi dengan "biaya titipan x", penarikan retensi (dikategorikan sebagai data hold dan harus diinput satu per satu meski semua transaksi terjadi pada satu tanggal yang sama), pencairan real, dan pembuatan akun baru (terkadang ada 2 nama pada data piutang maka harus di cek di list faktur pesanan manakah nama pelanggan yang aktif). Oiya, jangan lupa umtuk selalu memasangkan antara data kas dengan data dari bank sehingga masing" akun ada pasangannya. Selain itu, juga jangan lupa memberikan tanda (block warna) di setiap akun pada excel yang selesai dikerjakan di software.
Kabar baik lainnya, pak bos hari ini berbaik hati menginstallkan software di masing-masing laptop saya dan rekan.
Masyaallah tabarakallah, benar-benar rezeki. Semoga teman-teman yang belum mendapat tempat magang segera acc dan diberi kemudahan.
#30haribercerita






Senin, 03 Agustus 2020

Day-1, software akuntansi?

Ini hari pertama saya magang. Ternyata cukup menyenangkan. Padahal, semalam hampir sejam sekali saya bangun untuk memastikan tidak kesiangan. Dari beberapa hari sebelumnya sudah pusing dan bingung sendiri mau belajar apa. Untung satu kelompok terdiri dari 2 orang jadi bisa sharing.
Tadi kepala kantor berencana install software di laptop saya dan rekan. Namun ada beberapa konsep yang perlu dibuat sehingga ditunda. Jadilah memakai laptop milik kantor. Lumayan kaget karena belum pernah mencoba software untuk accounting sekalipun yaa yang sekelas accurate :(.
Excited sekali karena bisa nyobain setelah selama ini hanya menggunakan media buku dan jurnal biasa. 
Sempat salah satu karyawati bertanya, "mbak biasanya kalo kuliah pake software apa?", dengan polos saya cuma meringis dan menjawab belum pernah menyentuh sekalipun software" untuk akuntansi. Alhasil dengan sabar satu per satu diajari dan berhasil input transaksi meski harus dikerjakan berdua dengan rekan. 
Ternyata cukup mudah karena dengan software, otomatis data yang diinput akan membentuk laporan keuangan yang diinginkan.
Untuk mengisi di software, kita dapat melihat data di excel yang sebelumnya sudah dibuat. Excel dapat memudahkan untuk mencocokkan keseluruhan transaksi yang akan dikonversikan menjadi laporan keuangan melalui software. 
Selain itu, terdapat daftar aktivitas dan laporan. Untuk menambah input baru cukup klik aktivitas setelah itu pembayaran/penerimaan baru, atau yang lainnya. Jika sudah menambahkan nama akun dan nominalnya. Klik simpan dan baru. Untuk mengecek data apa saja yang sudah berhasil diinput, dapat melihat pada data pembayaran/penerimaan atau lainnya. List yang ada masih dapat dirubah dengan mengklik list tersebut lalu simpan dan perbarui. 
Cukup untuk hari pertama semoga selanjutnya berjalan dengan lancar. 
#30haribercerita



Jumat, 26 Juni 2020

My Future Investment


Tahap Awal.
Saya merupakan fresh graduate jurusan akuntansi yang bekerja pada sebuah perusahaan manufaktur dengan gaji Rp 5.000.000,- per bulan. Dengan besaran gaji tersebut, dalam setahun berarti saya mendapatkan total gaji kotor sebesar Rp 60.000.000,-. Dengan memiliki prinsip keuangan dengan proporsi konsumsi 50%, saving sekaligus dana darurat 20%, dan untuk investasi sebesar 30% . Karena saya masih baru setahun bekerja saya ingin mulai belajar berinvestasi namun dengan tingkat resiko yang rendah.

Skema:
Konsumsi        : 50% = Rp 30.000.000,- / tahun
Saving             : 20% = Rp 12.000.000,-/tahun
Investment       : 30% = Rp 18.000.000,-/tahun
Diketahui bahwa saya mendapatkan nominal sebesar Rp 18.000.000,- untuk investasi. Dengan karakter investor yang memilih resiko rendah-sedang atau cenderung konservatif. Produk investasi apakah yang cocok untuk saya ambil?

Rincian:
Reksadana Bank Mandiri       : Rp 5.000.000,-
Obligasi Bank BRI                 : Rp 10.000.000,-
Deposito Bank Jatim               : Rp 3.000.000,-

1.      Reksadana
Merupakan salah satu alat investasi namun dana dari investor tidak dikelola sendiri dan akan dikelola oleh manajer investasi. Reksadana sendiri terdiri dari beberapa macam yaitu, reksadana campuran, reksadana pasar uang, dan reksadana pasar tetap. Salah satu yang menjadi pilihan saya adalah Reksadana dari Bank Mandiri yang berlaku sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Saya merasa reksadana yang saya pilih termasuk aman karena sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Beberapa benefit yang saya dapatkan:
-          Resiko cenderung rendah – sedang
-          Jangka investasi kurang dari setahun (9 bulan)
-          Kinerja 2,38% (positif)
-          YTD 1,44%
-          NAB/ Unit Rp 1.277,63,-
Berdasarkan rincian yang saya buat, alokasi untuk investasi pada reksadana adalah sebesar Rp 5.000.000,-. 
Perhitungan     :
-          Jumlah investasi / NAB per unit   = Rp 5.000.000,-. / Rp 1.277,63,-
= 3.913 unit.
-          Dengan YTD sebesar 1,44%, maka tingkat pengembalian:
1,44% x Rp 5.000.000,-. = Rp 72.000,-
Atau dengan perhitungan untung-rugi
Modal        Rp 1.277,63,- x 3.913 unit      = Rp 5.000.000,-
Kembali     Rp 1296 ,- x 3.913 unit           = Rp 5.071.357,-
Jadi, uang yang didapatkan pada jatuh tempo sebesar Rp 5.072.000,-

2.      Obligasi
Merupakan surat hutang untuk menghimpun dana dari investor. Kebetulan saya memilih Obligasi Bank BRI Seri A  dengan tenor 1 Tahun dengan tingkat kupon sebesar 7%. Alokasi dana investasi sebesar Rp 10.000.000,-
Beberapa benefit yang saya dapatkan:
-          Tenor obligasi 1 tahun
-          Terjamin oleh pihak penjamin efek
-          Tingkat kupon mencapai 7%
Perhitungan :
Modal              Rp 10.000.000,-
Kembali           Rp 10.000.000,- x 7%             = Rp 700.000,-
Jadi, uang yang didapatkan pada jatuh tempo sebesar Rp 10.700.000,-

3.      Deposito
Merupakan produk investasi sederhana dengan resiko rendah dan merupakan tabungan berjangka yang dapat ditarik hanya dalam waktu tertentu. Keuntungannya, tingkat suku bunga yang ditawarkan oleh deposito akan lebih tinggi daripada tabungan biasa. Semakin besar nominal yang didepositokan maka akan semakin besar pula tingkat suku bunga yang didapatkan. Saya memilih Deposito Bank Jatim.
Beberapa benefit yang saya dapatkan:
-          Jangka waktu hanya 1 tahun
-          Suku bunga sebesar 5,25%
Perhitungan :
Modal              Rp 3.000.000,-
Kembali           Rp 3.000.000,- x 5,25%          = Rp 157.500,-
Jadi, uang yang didapatkan pada jatuh tempo sebesar Rp 3.157.500,-

Kesimpulan     :
Modal yang saya keluarkan untuk investasi sebesar Rp 18.000.000,-
Bersadarkan pilihan investasi saya, tingkat pengembalian yang saya harapkan adalah sebagai berikut :
-          Reksadana = Rp 5.072.000,-
-          Obligasi     = Rp 10.700.000,-
-          Deposito    = Rp 3.157.500,-
Total pengembalian sebesar Rp 18.929.500,-
Berarti, saya mendapatkan keuntungan sebesar Rp 929.500,- *( Rp 18.929.500,- - Rp 18.000.000,- ) untuk investasi yang telah saya lakukan dalam 1 tahun.
Jumlah sebesar itu menurut saya sudah lumayan untuk saya sebagai investor pemula di tahun pertama.

Tahap Lanjutan.
Rencananya, keuntungan yang saya dapatkan akan saya putar sebagai modal bisnis paket usaha baju. Dengan Rp 929.500,- saya bisa mendapatkan satu paket usaha baju sebanyak 30 potong baju.  
Perhitungan :
Rp 929.500,- / 30 pcs  = Rp 30.983,-
Asumsi keinginan laba 110% jika semua barang terjual:
Rp 30.983,- x 110% + harga asli *(Rp 30.983,-)       
= Rp 65.064,-
Total uang kembali sebesar Rp 65.064,- x 30 pcs yang terjual, menghasilkan Rp 1.951.920,-
Jadi, keuntungan yang didapatkan dari bisnis paket usaha baju adalah sebesar Rp 1.022.420,-  *selisih modal dengan besaran pengembalian.
Jika kita bandingkan keuntungan keduanya,
Investasi                      : Rp 929.500,-
Paket Usaha Kecil       : Rp 1.022.420,-  
Terlihat perbedaan keuntungan yang didapatkan dari investasi surat berharga dengan investasi bisnis. Maka saya memutuskan untuk melakukan investasi pada keduanya di tahun kedua dan seterusnya, sehingga saya bisa mendaptkan keuntungan maksimal baik dari investasi surat berharga maupun dari bisnis yang dimodali dari keuntungan surat berharga.


Selasa, 31 Maret 2020

ANALISA PT. GUDANG GARAM,Tbk (GGRM)


Profil Perusahaan

Perusahaan Rokok Gudang Garam adalah salah satu industri rokok terkemuka di tanah air yang telah berdiri sejak tahun 1958 di Kota Kediri, Jawa Timur. Hingga kini, Gudang Garam sudah terkenal baik di dalam negeri maupun mancanegara sebagai penghasil rokok berkualitas tinggi. Produk Gudang Garam bisa ditemukan dalam berbagai variasi, mulai Sigaret Kretek Klobot (SKL), Sigaret Kretek Lingting-Tangan (SKT), hingga Sigaret Kretek Linting-Mesin (SKM).
Berawal dari industri rumahan, perusahaan kretek Gudang Garam telah tumbuh dan berkembang seiring tata kelola perusahaan yang baik dan berlandaskan pada filosofi Catur Dharma. Nilai-nilai tersebut merupakan panduan kami dalam tata laku dan kinerja perusahaan bagi karyawan, pemegang saham, serta masyarakat luas.


Pendekatan TOP DOWN APPROACH

A.              Analisis Makro Tahun 2017-2019
Penerimaan Cukai Negara 3 Tahun Terkuat.

2017
Pada tahun 2017, defisit neraca berjalan Indonesia terus menyusut sebesar 1,0 persen dari PDB, didukung oleh ekspor yang meningkat lebih cepat dibandingkan dengan impor.
Dalam APBN 2017, pendapatan negara dari cukai rokok mencapai Rp 149,9 triliun, naik 6 persen dari APBN Perubahan 2016. Penerimaan cukai rokok ini setara dengan 10 persen target pendapatan pajak 2017 yang sebesar Rp 1.498 triliun.

2018
Pada tahun 2018, nilai ekspor rokok dan cerutu mencapai US$ 931,6 juta atau meningkat 2,98% dibanding 2017 sebesar US$ 904,7 juta.
Sepanjang 2018, penerimaan cukai rokok menembus hingga Rp 153 triliun atau lebih tinggi dibanding perolehan di 2017 sebesar Rp147 triliun.
Kenaikan cukai hasil tembakau terbesar berada pada golongan sigaret putih mesin di kisaran 12 hingga 22 persen.

2019
Pada tahun 2019, capaian penerimaan cukai per 31 Agustus 2019 sebesar Rp93,12 triliun. Angka itu mencapai 56,27% dari target penerimaan cukai tahun tahun ini yang diharapkan Rp165,5 triliun.
Realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 12 November 2019 mencapai Rp 165,47 triliun. Angka tersebut hanya 79,24% dari target APBN 2019 sebesar Rp 208,82 triliun.


A.               Analisis Industri / Sektoral
2017
Pada tahun 2017 diketahui bahwa perusahaan dengan kinerja laba bersih paling baik ditorehkan Gudang Garam. Perusahaan yang didirikan oleh Tjoa Jien Hwie atau Surya Wonowidjoyo ini, sepanjang tahun lalu mencatatkan laba bersih Rp7,75 triliun, naik 16 persen dari Rp6,67 triliun di 2016. Hal tersebut ditunjang dengan adanya efisiensi beban usaha yang memperlebar marjin keuntungan perusahaan.
2018
Kondisi industri rokok sedang lesu. Dalam lima tahun terakhir ini, tren penjualan rokok terus menurun. Dari 352 miliar batang pada 2014, lalu menjadi 332 miliar batang pada 2018. Rata-rata turun 2 persen/tahun. PT Gudang Garam Tbk. adalah salah satu emiten rokok yang kinerjanya cukup positif. Tahun lalu, pabrikan rokok yang berlokasi di Kediri, Jawa timur ini membukukan nilai penjualan Rp95,7 triliun naik 15 persen dari tahun 2017.
2019
Pada tahun 2019 industri masih terus dibayangi oleh adanya kenaikan cukai yang dinilai memberatkan pelaku usaha rokok dan tembakau.  Kenaikan rokok sebesar 23% berpotensi menaikkan harga jual rokok namun tidak berdampak signifikan terhadap gerak saham emiten rokok di BEI. Saham emiten yang akan terkena imbas adalah GGRM, RMBA, dan WIIM.

A.               Analisis Fundamental

Nilai Intrinsik dan Rasio Keuangan

Berdasarkan ROA, ROE dan EPS yang sudah dianalilis maka saham GGRM layak untuk dipertimbangkan karena emiten tersebut memiliki pergerakan yang cukup stabil.

Lampiran Cheatsheet dan Grafik Analisis Fundamental


Resources:


Zhafira Rory Ramadhani (1021710078)
Irka Dhani P. (1021710030)
Manajemen Investasi B
Universitas Internasional Semen Indonesia

Minggu, 05 Agustus 2018

Broken home is broken child. Really?

Broken home is broken child. Really? 
Absolutely I said "NO!"

Salah jika kita berpikir bahwa semua anak yang orang tuanya telah bercerai atau lebih dikenal dengan istilah  BROKEN HOME itu "rusak".
Pertama-tama kita harus paham bahwa sebenarnya si anak tidak tahu tentang permasalahan yang menimpa orang tuanya. Jadi, posisinya anak adalah korban.
Lalu, tidak semua perceraian disebabkan oleh perselingkuhan. Mungkin saja orang tuanya bercerai karena ada faktor seperti ekonomi, perbedaan prinsip hidup, ataupun lainnya. Tapi kenapa masyarakat di luar sana selalu khawatir jika anaknya bergaul dengan anak korban perceraian? Stigma yang melekat kuat adalah buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Padahal, tidak semua anak broken home itu salah jalan. Ketika orang tua mereka berhasil mendidik mereka dengan baik, biasanya tak jadi masalah meskipun ayah dan ibunya telah berpisah. Tak jarang pula orang tua yang tetap mengawasi tumbuh kembang anaknya meski secara bergantian.

Mungkin, yang selama ini kita sering temui adalah anak yang menemui jalan yang salah. Sehingga pergaulannya pun salah arah. Tidak jarang kasus seperti narkoba maupun seks bebas dilakukan oleh anak-anak yang keluarganya sudah tak utuh. Karena bisa jadi mereka sedang mencari pelampiasan atas rasa kekecewaan terpendam. Siapa yang tak hancur melihat keluarganya (mohon maaf) berantakan?

Kebanyakan dari mereka hanya memendam masalah, tak mau bercerita ke siapapun hingga rasa tertekan itu terus menumpuk dan mereka tidak tahu harus kemana, harus bagaimana, harus melanjutkan hidup seperti apa. Sebagian dari mereka itu takut, mungkin dirinya tidak diterima di lingkungan yang orang-orangnya masih tabu dengan kata "perceraian".

Pernah suatu ketika aku melihat salah satu komen netizen di instagram seseorang, ia berkata,"Anak broken home akhlak bobrok," oh come on guys ini 2018. Secara tidak langsung kalimat seperti itu bisa membuat minder korban broken home di luaran sana yang membaca karena mereka merasa bahwa masih ada yang menjudge bahwa mayoritas yang orang tuanya bercerai itu "rusak". Coba ditengok itu banyak kok yang orang tuanya berpisah tapi masih bisa berprestasi. Misalnya saja bang Fiersa Besari yang berhasil mengangkat kisah hidupnya yang ia tuangkan ke dalam bentuk novel dan akhirnya laris di pasaran, lalu Azkanio Corbuzier sebagai lulusan terbaik tahun 2018 di sekolahnya tentu saja ia beruntung memiliki ayah yang hebat, Rachel Vennya salah satu selebgram yang juga memiliki ayah sambung, dan masih banyak lagi. Ternyata banyak kan guys, bahkan mungkin teman-teman di sekitar juga ada  dan tetap berprestasi serta beretika baik. Kita akan menyadari itu selama kita mau membuka mata dan hati kita untuk lebih peduli dan mau menerima.

Maka dari itu bagi yang masih awam dengan masalah seperti ini mari ubah persepsi dan meyakinkan orang di sekitar kita yang memiliki persepsi buruk tentang hal di atas. 
Perceraian memang bukan hal baik, tapi belum tentu anak-anak yang orang tuanya bercerai itu tidak baik :)



picture  : https://unsplash.com/search/photos/broken-glass

Sabtu, 03 Juni 2017

Lembar Kosong

Menulislah.

Jika ada sesuatu tapi kau tak mampu bicara, menulislah.
Jika kau jatuh cinta tapi tak dapat ungkapkan rasa, menulislah.
Jika kau rindu seseorang tapi hanya bisa memendam, menulislah.
Jika kau merasa keadaan mulai kejam, menulislah.


Karena dunia tak selalu peduli padamu  Karena semesta terkadang bosan mendengarkan kesahmu.
Tapi tidak dengan tulisan, ia siap menerima separuh dirimu yang kau tuangkan ke dalamnya.
Tanpa banyak bicara, tanpa banyak tanya. Ia selalu siap berwujud menjadi apapun sesuai dengan inginmu. Belajarlah berteman dengan kata dan jeda.
Mulut boleh bungkam, tapi bukankah nurani juga punya hak bersuara?. Maka biarlah kata yang bercerita.


Jumat, 26 Mei 2017

Dengarkan aku, bung!

Bung, begini. Kalian pasti tau betul bahwa wanita itu membutuhkan kepastian lebih dari apapun. Bukan, bukan persoalan menuntut sesuatu. Lelaki memang harus tegas dan wanita punya harga diri. Jangan mengambil jalan yang salah dan berhatilah dalam melangkah. Jika sedari awal pun sudah salah seterusnya pun karut marut tidak bisa terhindar.  Ini soal perasaan, bung. Jangan bermain hati jika nanti tidak ingin tersakiti ataupun menyakiti. Kebanyakan lelaki pasti mengatakan “Aku tidak mau menyakitimu”, tapi nyatanya mereka selalu jadi alasan utama kenapa wanita sakit hati. Ini yang salah lelakinya atau hati wanitanya atau malah keduanya?. Coba pikirkan kembali apa tujuanmu memulai semua itu, apa tujuanmu mendekati wanita, apa sebenarnya yang kau cari dari pertemuanmu itu?.
Tegaslah sedikit bung! Ini hati lho ya bukan baja. Wanita ada bukan untuk jadi WONDER WOMAN, tapi YOUR WOMAN. Berteman sewajarnya saja, bercakap seperlunya, tetap bertegur sapa seperti biasanya. Ketidak tegasanmu itu lah yang membuat wanita merasa bahwa dirinya ini tidak berarti apa-apa. Jangan bikin baper kalo wanita itu bukan prioritasmu. Jangan bikin baper anak orang bung, apalagi kalo tidak bertanggung jawab. Wanita hatinya rapuh, tergores sedikit saja bisa hancur. Jika kamu berpikir bahwa niatmu itu baik hanya ingin berteman, ingat ini, “Pertemanan diantara wanita dan lelaki bukan pertemanan murni. Pasti ada rasa di antara keduanya atau salah satunya. Tapi jika tak terbukti, besar kemungkinan mereka menutup rapat rasa itu agar pertemanan terus berjalan sebagaimana mestinya”.

Jika kalian benar lelaki baik, kalian pasti tau cara memuliakan wanita, bung. Salam hangat dariku, salah seorang wanita yang tidak menuntut macam-macam selain ketegasan.